Masalah Penetapan Awal Bulan Dzulhijjah & Puasa Arafah

Oleh Abdullah Haidir, Lc 

  • Berdasarkan taqwim (kalender) Ummul Qura (kalender resmi Arab Saudi), hari Senen ini adalah tanggal 29 Dzulqaidah 1433H. Sedangkan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu depan.
  • Akan tetapi, karena di dalamnya terdapat ketentuan agama yang terkait dengan ibadah syar’i, seperti 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang memiliki keutamaan beramal saleh di dalamnya, wukuf Arafah bagi jamaah haji dan puasa Arafah bagi yang tidak berhaji yang jatuh pada tanggal 9,  shalat Idul Adha pada tanggal 10, menyembelih hewan kurban antara tgl 10-13. Maka penetapan resmi datangnya bulan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan ketentuan syariat yaitu berdasarkan rukyatul hilal, sebagaimana halnya penetapan terhadap awal dan akhir Ramadan.
  • Jika tidak ada perubahan, untuk wilayah Saudi, akan dilakukan rukyatul hilal nanti sore. Jika terlihat, berarti 1 Dzulhijjah jatuh pada hari esok; Selasa (meskipun di kalender masih terhitung tanggal 29 Dzulqaidah). Jika tidak terlihat, maka bulan disempurnakan menjadi 30 hari, dan 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu.
  • Terkait dengan kemungkinan perbedaan yang terjadi, rujukannya seperti yang dikenal pula dalam penetapan awal dan akhir Ramadan; Antara wihdatul mathali (rukyat global), yaitu jika suatu negeri melihat hilal, maka seluruh negeri lainnya mengikutinya, dan ikhtilaful mathali (rukyat lokal), yaitu masing-masing negeri berpedoman pada rukyat di negerinya masing-masing, tidak menganggap rukyat di negeri lain. Kedua pendapat ini ada ulama yang mendukungnya berdasarkan dalilnya masing-masing. Kesimpulannya, ada perbedaan yang masuk dalam ruang lingkup ijtihad yang dibolehkan syariat. Namun kecenderungan yang dipakai di negeri-negeri muslim sekarang ini adalah memakai standar ikhtilaful mathali (rukyat lokal).
  • Karenanya, perbedaan penetapan awal Dzulhijjah dan dengan sendirinya akan berbeda hari untuk puasa Arafah, shalat Idul Adha dan waktu menyembelih kurban antara masing-masing negara, merupakan perbedaan yang dimungkinkan berdasarkan ijtihad syari. Adapun jika perbedaan itu terjadi dalam sebuah negeri yang sama, tidak selayaknya terjadi dan berdampak negatif bagi keutuhan dan kerukunan di tengah masyarakat muslim.
  • Mengikuti keputusan resmi pemerintah, apalagi jika pemerintah menggunakan metode rukyat yang syari, adalah jalan terbaik yang lebih dekat kepada pemahaman syari dan lebih terhindar dari perpecahan di antara umat Islam. Sebab ini bukan masalah yang bersifat individu, tapi bersifat publik dan sosial, maka merujuk kepada keputusan resmi pihak yang berwenang, lebih selamat dan lebih baik.
  • Lain halnya jika pemerintahnya tidak menentukan berdasarkan rukyat, atau tidak ada lembaga Islam terpercaya yang melakukannya. Seseorang bisa merujuk kepada rukyat negara lain terdekat atau negara yang lebih dia percaya dalam masalah rukyatul hilalnya.
  • Terkait bahwa ibadah kita pada hari-hari ini disesuaikan dengan pelaksanaan haji, tidak ada ketentuan yang menyatakan demikian. Secara nilai dan moral bisa saja ada kesamaan nilai, namun secara praktis dan penetapan waktu, tidak ada keharusan untuk menyamakannya dengan pedoman waktu yang berlaku bagi jamaah haji. Karena ketetapannya dikaitkan dengan waktu bukan dengan tempat.
  • Misalkan nanti wukuf di Arafah jatuh pada hari Kamis berdasarkan rukyatul hilal yang berlaku di Arab Saudi, maka tidak mengapa jika di luar Saudi, kaum muslimin di negara lain berpuasa Arafah pada hari yang berbeda, jika hal itu berdasarkan hasil rukyatul hilal yang berlaku di negerinya. Begitupula halnya dengan shalat Idula Adha dan menyembelih kurbannya.

Wallahua’lam. 

Riyadh, 15 Oktober 2012

Tentang Samiyono

Da'wah Ilallah e-mail: dewandakwah_lamsel@yahoo.co.id
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s